SIMBOL LINGGA-YONI DALAM NISAN DAN KERIS WALISANGA: JEJAK ARTEFAKTUAL MODERASI BERAGAMA DI NUSANTARA

Penulis

  • M. Sa'i UIN Siber Syekh Nurjati
  • Mohamad Wahyu Hidayat UIN Salatiga
  • Prasetyo Adi Nugroho Universitas Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.64578/batavia.v2i2.164

Kata Kunci:

Akulturasi Budaya, Walisanga, Moderasi Beragama, Lingga-Yoni, keris

Abstrak

Bangunan epistemologis Konsep moderasi beragama di Indonesia sudah ada sejak lama, berakar kuat dalam tradisi dan simbol budaya lokal, termasuk dari masa Hindu-Buddha hingga Islamisasi oleh Walisanga. Penelitian ini penting untuk menyingkap bagaimana simbol-simbol seperti lingga-yoni dalam nisan dan keris menjadi artefak akulturasi yang mencerminkan nilai moderasi dalam penyebaran Islam di Nusantara. Artikel ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis hermeneutik terhadap artefak budaya dan literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para Walisanga tidak menghapus simbol budaya lokal, tetapi mengadaptasinya secara bijak ke dalam konteks Islam, menciptakan warisan keberagamaan yang damai, inklusif, dan kontekstual. Simbol lingga-yoni dalam nisan dan struktur keris merupakan bukti konkret dari strategi dakwah yang akomodatif dan berakar pada kearifan lokal. Dengan demikian, moderasi beragama di Indonesia tumbuh secara organik dalam lintasan sejarah dan menjadi model keberagamaan yang relevan untuk masa kini.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-15

Cara Mengutip

Sa’i, M., Hidayat, M. W., & Nugroho, P. A. (2025). SIMBOL LINGGA-YONI DALAM NISAN DAN KERIS WALISANGA: JEJAK ARTEFAKTUAL MODERASI BERAGAMA DI NUSANTARA. Jurnal BATAVIA, 2(2), 82–97. https://doi.org/10.64578/batavia.v2i2.164

Terbitan

Bagian

Articles